Rabia İclal Turan
05 Juni 2026•Update: 05 Juni 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan merasa terhormat untuk bertemu Pemimpin Tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan.
"Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Iran tersebut, yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah pemimpin sebelumnya itu tewas pada awal perang AS-Israel melawan Iran.
"Saya ingin melihat apakah kami bisa mencapai kesepakatan, tetapi jika kami mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," kata Trump.
Saat ditanya apakah pertemuan itu akan berlangsung di AS, Trump menjawab, "Saya belum banyak mendengar soal itu. Saya tidak mengusulkannya, tetapi beberapa orang telah mengusulkannya."
Ketika ditanya apakah dirinya akan melanjutkan aksi militer jika Iran membunuh tentara AS di kawasan tersebut, Trump menjawab, "Itu akan menjadi alasan yang kuat. Sejujurnya, jika mereka membunuh tentara AS, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat cepat."
Trump mengatakan syarat utama dalam setiap kesepakatan yang mungkin dicapai adalah Iran harus menghentikan ambisi nuklirnya.
"Terkait Iran, Anda akan mengetahui seperti apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," katanya.
Mengenai upaya membuka kembali Selat Hormuz, Trump mengatakan jalur pelayaran strategis itu akan segera dibuka kembali.
"Selat itu akan segera dibuka, Anda tahu, akan segera dibuka, dan kami sebagian besar telah melakukan penyisiran ranjau," katanya, seraya menambahkan bahwa AS memiliki kemampuan canggih untuk membersihkan ranjau bawah laut.
Saat ditanya apakah dirinya mempertimbangkan reaksi publik menjelang pemilu sela terkait penanganan konflik Iran, Trump menjawab, "Tidak. Saya hanya melakukan apa yang benar."
"Venezuela sangat tidak populer, lalu kami menang dan tingkat dukungan saya melonjak tajam," tambahnya.
Pernyataan Trump disampaikan ketika Washington dan Teheran terus berupaya mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi kesepakatan yang lebih luas setelah berbulan-bulan konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Otoritas Iran menyebut lebih dari 3.000 orang telah tewas sejak perang dimulai, sementara sedikitnya 13 personel militer AS tewas dalam serangan balasan Iran, menurut angka resmi.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan yang bersifat permanen. Meski demikian, upaya untuk mencari solusi terus berlanjut.