Riyaz ul Khaliq
03 Juni 2026•Update: 03 Juni 2026
China menolak tuduhan penggunaan kerja paksa dalam proses produksi di negaranya dan mengkritik rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap puluhan negara dan wilayah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Rabu mengatakan Beijing menentang penggunaan berbagai dalih untuk mengenakan tarif serta menolak tindakan yang menurutnya bermotif manipulasi politik.
“Kami menentang dibuat-buatnya alasan untuk mengenakan tarif. Kami menentang hal itu dijadikan dalih untuk manipulasi politik,” kata Mao kepada wartawan di Beijing.
Ia menegaskan bahwa China selalu menentang segala bentuk kebijakan tarif sepihak.
“Perang dagang dan perang tarif tidak menguntungkan siapa pun. Persoalan ekonomi dan perdagangan harus diselesaikan melalui dialog berdasarkan kesetaraan dan timbal balik,” ujarnya.
Mao menyampaikan pernyataan tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai usulan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap barang impor dari sedikitnya 60 negara dan wilayah, termasuk China daratan dan Hong Kong, dengan alasan dugaan penggunaan kerja paksa dalam proses produksi.
Amerika Serikat dan China merupakan dua ekonomi terbesar di dunia dengan produk domestik bruto (PDB) masing-masing sekitar 32 triliun dolar AS dan 20,8 triliun dolar AS.
Tahun lalu, kedua negara saling memberlakukan tarif dalam perdagangan bilateral sebelum akhirnya mengumumkan gencatan perang dagang. Keduanya kemudian sepakat menurunkan tarif untuk sejumlah barang tertentu guna menjaga stabilitas hubungan, meskipun nilai perdagangan barang dan jasa antara kedua negara turun menjadi sekitar 414 miliar dolar AS.
Secara terpisah, Mao juga menyerukan kepada Uni Eropa untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar ekonomi pasar dan menghindari penerapan kebijakan proteksionis.
Menanggapi laporan mengenai rencana Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat dan Asia serta mendorong pengembangan alternatif digital buatan sendiri, Mao mengatakan hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan Uni Eropa pada dasarnya didasarkan pada manfaat bersama dan kerja sama yang saling menguntungkan.
“China terus mencermati perkembangan terkait di pihak Uni Eropa,” katanya.