Muhammed Yasin Güngör, Esra Tekin
07 Mei 2026•Update: 07 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dapat berakhir jika Teheran mematuhi syarat dalam potensi kesepakatan yang sedang dibahas, namun memperingatkan serangan bom akan kembali dilanjutkan jika Iran menolak.
“Dengan asumsi Iran setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka Epic Fury yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz terbuka bagi semua pihak, termasuk Iran,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan kapal induk USS George H.W. Bush termasuk dalam “kontingen besar” kapal perang, pesawat, dan personel militer Amerika Serikat yang “sepenuhnya menegakkan blokade laut AS terhadap Iran”.
“Sejauh ini, 52 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan guna mematuhi aturan tersebut,” kata CENTCOM dalam pernyataan yang disertai foto kapal induk itu.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Gangguan di jalur tersebut dapat berdampak besar terhadap pasar energi global dan keamanan kawasan.
Trump juga memperingatkan jika Iran tidak menerima syarat-syarat yang diajukan, pemboman akan dilanjutkan “dengan tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi” dibanding sebelumnya.
Namun, pernyataan tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isi kesepakatan, tuntutan spesifik terhadap Iran, maupun waktu kemungkinan aksi militer selanjutnya.