03 Juni 2026•Update: 03 Juni 2026
Jepang menyatakan keprihatinan mendalam atas operasi darat Israel di Lebanon selatan dan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Jepang pada Rabu, Tokyo menyampaikan kekhawatiran atas dampak konflik yang terus berlanjut antara Israel dan Hizbullah terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
“Jepang sangat prihatin bahwa serangan antara Israel dan Hizbullah telah mengakibatkan korban di kalangan warga sipil dan tenaga medis, serta menyebabkan kerusakan terhadap infrastruktur sipil,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Jepang juga menyatakan keprihatinan mendalam karena operasi darat Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung meskipun komunitas internasional telah menyerukan penahanan diri.
“Kami sekali lagi dengan tegas menyerukan agar kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon dihormati,” lanjut pernyataan itu.
Tokyo meminta semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan, mematuhi hukum internasional termasuk hukum humaniter internasional, serta melaksanakan sepenuhnya resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.
Jepang juga menyerukan agar semua pihak menunjukkan “penahanan diri secara maksimal” guna mencegah memburuknya situasi.
Selain itu, Jepang secara tegas meminta seluruh pihak untuk melaksanakan sepenuhnya perjanjian gencatan senjata agar tetap terjaga dan dapat berkontribusi terhadap perdamaian serta stabilitas yang lebih luas di kawasan.
Israel terus melancarkan serangan udara hampir setiap hari dan melanjutkan operasi darat di Lebanon meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli.