Tarek Chouiref
03 Juni 2026•Update: 03 Juni 2026
Iran menyatakan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dilakukan sebagai respons atas serangan yang diklaim dilakukan AS di sekitar Selat Hormuz dan Pulau Qeshm di wilayah selatan negara itu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu dini hari mengatakan sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz terkena proyektil udara pada Selasa malam yang menyebabkan kerusakan pada bagian mesin kapal.
Dalam pernyataannya, IRGC juga mengklaim bahwa pasukan AS kemudian menargetkan menara komunikasi milik Garda Revolusi di selatan Pulau Qeshm.
IRGC menyebut Pasukan Dirgantara Garda Revolusi selanjutnya melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan posisi-posisi militer AS di kawasan, termasuk fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS.
Garda Revolusi memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan memicu respons yang “tegas”, seraya menambahkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi.
Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah penyiar negara Iran, IRIB, melaporkan sejumlah ledakan di sekitar wilayah Suza dan Masen di Pulau Qeshm.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior dan pejabat pemerintah.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas sejauh ini belum membuahkan hasil.