Serdar Dincel
02 Juni 2026•Update: 02 Juni 2026
Iran masih menelaah naskah final kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan hingga kini belum mengirimkan tanggapan resmi, menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.
Mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Mehr melaporkan bahwa Iran berupaya memperoleh manfaat yang “nyata dan konkret” dari kesepakatan yang sedang dibahas.
Sumber tersebut menambahkan bahwa “sejarah ketidakpatuhan AS dan ketidakpercayaan yang telah berlangsung lama” membuat Teheran memandang isu tersebut dengan “sangat ketat.”
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bersifat permanen. Meski demikian, upaya untuk mencari solusi terus berlanjut.
Salah satu syarat Iran untuk mengakhiri perang secara permanen adalah penghentian pertempuran di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon, tempat serangan terbaru Israel masih berlangsung sejak awal Maret.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa dirinya telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukannya dari Beirut.